Selasa, 20 November 2012

Apa sih yang diinginkan dari demo Organda ini? | Gugling

Apa sih yang diinginkan dari demo Organda ini? | Gugling

Link to Gugling

Apa sih yang diinginkan dari demo Organda ini?

Posted: 19 Nov 2012 10:26 PM PST


angkot-demo-grogol-jakarta-2012

Demo angkot di jalan Daan Mogot Grogol, Jakarta Barat Selasa 20/11 pagi tadi. Gambar: Kompas

Organisasi Angkutan Darat atau Organda dari kumpulan massa Koperasi Wahana Kalpika (KWK) beramai-ramai menuju Balai Kota pada pagi tadi dan melakukan unjuk rasa disana.

Unjuk rasa yang diramaikan sekitar 200 orang dan 100 armada angkot yang diparkir di pinggir jalan tak pelak menyebabkan lalu lintas padat. Bahkan karenanya, lalu lintas di depan Monas pun lumpuh.

Meski sudah diperintahkan oleh Tatan Dirsan selaku Kapolsek Metro Gambir untuk parkir di IRTI Monas, Organda tetap nakal dengan parkir secara sembarangan di depan Balai Kota.

Yang diminta dari Organda ini ialah Jokowi harus mencabut Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah. Raperda (rancangan peraturan daerah) baru yang akan menggantikan Perda Nomor 12 Tahun 2003 pun juga ditolak oleh massa ini.

“Pak Jokowi dan Pak Ahok kan dikenal pro-wong cilik, kok malah melahirkan perda yang matikan wong cilik,” ujar La Ode Djeni Hasmar selaku Ketua Umum Koperasi Wahana Kalpika. Menurut La Ode, pasti ada tokoh intelektual di balik rencana ini. Padahal sebelumnya pemerintah provinsi DKI lebih perhatian terhadap angkutan umum milik wong cilik.

Pasalnya, raperda yang baru dianggap sebagai upaya pemerintah untuk mematikan pengusaha mikrolet dan bus kecil. Pengesahan raperda yang baru dikhawatirkan akan menghapus angkutan kecil yang bakal digantikan mobil sedang dan besar.

Sayangnya aksi ini dikotori oleh ulah massa yang kurang berkenan. Sebagaimana dilansir Kompas, penumpang bus transjakarta diminta turun secara paksa oleh sopir angkot KWK di Grogol. Beberapa bus yang melintas juga dihentikan. Lagi-lagi, sopir bus tersebut diminta ikut melancarkan aksi mogok secara paksa.

Seorang penumpang bus transjakarta mengaku bingung dengan aksi massa ini. Penumpang yang bernama Arsih ini mengaku hendak menemui kliennya dan terpaksa harus mencari bajaj atau taksi.

Menurut Jokowi, macet semalam karena warga Jakarta tak punya kesadaran untuk tertib

Posted: 19 Nov 2012 09:55 PM PST


ilustrasi-kemacetan-jakarta

Kemacetan ibukota, masalah klasik nan pelik

Terkait kemacetan yang melanda Jakarta pada Senin 19/11 malam kemarin, Jokowi memberikan tanggapan. Menurut Jokowi, kemacetan tersebut disebabkan pengguna jalan yang tak mau mengalah dan saling menerobos. Akibatnya kemacetan pun terjadi.

Beberapa daerah yang terkena imbas hujan deras semalam yakni Kuningan, Kebon Sirih, Cikini, Tugu Tani dan sekitar Sarinah. Selain jumlah volume yang memang sudah padat, hujan membuat kemacetan semakin menjadi-jadi.

Jokowi yang baru-baru saja mengeluarkan pernyataan akan terus blusukan ini juga menyatakan kemacetan takkan usai jika tak ada kesadaran masyarakat. Menurutnya, sudah seharusnya pengguna jalan memiliki kesadaran berlalu lintas sehingga tak terjadi saling serobot.

Baca juga: Gaya blusukan Jokowi dikritik, bagaimana menurut Anda?

Dari beberapa komentar yang ditulis di situs Kompas, ada yang kontra dengan pernyataan Jokowi. Menurut mereka, tidak seharusnya Jokowi mencari-cari kesalahan dari masyarakat yang sudah menderita akibat kemacetan ibukota.

Tapi jika ditilik lebih lanjut, kesadaran mengemudi memanglah penting. Apalah arti dari peraturan dan rambu-rambu lalu lintas jika tidak dipatuhi. Belum lagi kebiasaan membuang sampah yang membuat ibukota menjadi gampang banjir, yang makin menambah parah situasi ibukota.

Seharusnya warga Jakarta lebih bijak lagi dalam melihat kasus ini. Adapula yang diungkapkan Jokowi adalah salah satu dari penyebab kemacetan ibukota. Hanya salah satu.

ads

Ditulis Oleh : HANGGAR19 Hari: 13.11 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogroll